Hari ini merupakan hal yang paling aneh dalam hidup yang aneh ini, cerita ini saya tulis dengan harapan tidak akan ada korban lagi.
Berawal dari suatu ketika, siang itu ada seseorang menghubungi telp rumah mengaku sebagai seorang dokter. Kebetulan yang menjawab telp pada saat itu adalah ibu, intinya dalam percakapan itu dokter itu mengatakan bahwa bapak telah mengalami kecelakaan, kepalanya pecah dan kini dirawat di RSU Sanglah. Sontak saja, semuanya menjadi kacau….
pikiran jernihpun mulai pudar setelah mendengarkan berita itu. Percakapan terus dilanjutkan, dan intinya dokter itu meminta sejumlah uang untuk membayar biaya perobatan dari bapak. Jumlahnya tidak sedikit, sekitar Rp.24.500.000. Semua bingung karena tidak ada sejumlah uang itu di tabungan, dan dokter itu menyuruh agar segera mentransfer uangnya kurang dari 10 menit. Tanpa pikir panjang, karena orang tercinta yang dipertaruhkan nyawanya, semua tabungan yang ada di tabunganku tak transfer aja. Tabungan yang merupakan seluruh harta karun rahasiaku.hikz hikz hikz… Tampaknya dokter ini terlihat begitu baik, sampai rela2 nelpon terus sampai uang itu di transfer. Akhirnya setelah pengiriman uang melalui atm, dokter itu menyuruhku kembali ke rumah, katanya akan ada polisi yang datang menemui. Mmmmm…. iya nurut aja. sampai dirumah, ngeliat ibu yang masih ditelpon dengan si dokter membuat semakin aneh suasana. Harusnya kalo bapak bener2 sekarat kok sempat2nya ni dokter nelp. Kurang kekuatan, jujur semua badanku bergetar mendengar berita itu, cari bantuan dengan tetangga. Tanpa pikir panjang, tetangga yang lagi tidur tak bangunin aja (heee maaf ya udah ganggu tidurnya
), mmm dengan perasaan sedikit bersalah dan gak enak, nanya boleh gak pinjam duitnya… bapak lagi di rumah sakit, sekarat. Dia kaget, sambil perjalanan kerumah.. bukannya bagaimana wajahnya malahan merah. Suasana semakin tambah aneh lagi, tiba2 dia mengatakan, “..ini penipuan, ayo kita kerumah sakit sekarang”. Sedikit kaget, sedikit percaya karena itu yang aku harapkan, lebih baik uang yang hilang daripada orang yang aku cintai. Tetapi ini taruhan, bagaimana kalo itu bukan penipuan??? Suasana masih kacau, masih aneh…. dengan cepat kita semua ke rumah sakit dan iya… hipotesa itu diterima. Tidak ada, pasien dengan nama bapak di rumah sakit. Masalahnya bapak tidak bisa juga dihubungi, itu yang membuat kita belum cukup tenang. Tetapi aku yakin, semua akan baik2 saja. Pukul 4 sore, segera ketika aku menyadari ini sebuah penipuan, aku menuju bank mencoa untuk mengembalikan uang tersebut. Tetapi apa daya, semuanya sia-sia…. uangnya sudah dikuras habis… (hee makasi yang pegawai bank yang cantik, gara2 aku jadi harus menunda kepulangan, maklum udah jam pulang, heee). Mmmm, lanjut lagi, ibu yang masih ada di rumah sakit sanglah ternyata dihubungi lagi oleh dokter gadungan itu, sontak saja kakak (sepupu), langsung mengambil hp tersebut dan bertanya dimana bapak. Wah, sepertinya dokter itu mulai ke habisan akal, dia bilang pasien sudah pindah ke RS Angkatan Darat. Aneh kan??? okey lah… supaya ibu gak tegang aja, aku dari bank melanjutkan ke RS AD. Ternyata sama juga, tidak ada… wah,… berarti kenaa.. deh.. heee kemudian, beberapa menit kemudian, keluarga yang ada dirumah menelpon kalo bapak sudah pulang dengan selamat. Yah, aku melanjutkan perjalan pulang dan mengingat hal-hal yang aneh yang terjadi hari ini.
Modus Kejahatan
1. pkl 14.00 Bapak dihubungin, dan dipaksa untuk menonaktifkan ponselnya (pelaku berpura-pura sebagai anggota polda)
2. pkl 14.15 Ada telp kerumah yang mengabarkan bapak kecelakaan dan meminta transfer sejumlah uang
3. pkl 14.30 uang ditransfer, sejak dari awal semua no yang diketahui terus menerus dihubungi dengan modus agar telp korban tidak dapat digunakan untuk komunikasi dengan yang lainnya.
4. pkl 15.00 sampai di RS dan ternyata tidak ada bapak
5. pkl 15.30 bapak dirumah dan semuanya jelas bahwa terjadi penipuan
6. Pelaku tidak berasal dari Bali, berasalkan hasil penyelidikan, pelaku dari daerah jawa barat
Saran untuk yang lain
1. Berhati-hatilah dengan segala kemungkinan penipuan yang terjadi, seorang dokter tidak akan mungkin meminta sejumlah uang ke keluarga korban untuk menunggu suatu tindakan tertentu.
2. Seorang dokter tidak akan mengabarkan kondisi pasien apabila pasien memang benar kritis kepada keluarga korban yang ada di rumah. Apalagi terus menerus mengulang kondisi pasien yang kritis
3. Aneh, jika seorang dokter yang mengabari bahwa ada keluarga yang kritis tetapi menahan keluarganya untuk tetap dirumah. Harus di waspadai!!!
4. Langusung periksa ke rumah sakit, jika anda ingin memastikan. Dan jangan melakukan transaksi apapun melalui atm.
5. Pelaku hanya akan menerima transfer melalui atm, jadi coba tawarkan dengan uang tunai.. apakah dia mau atau tidak? jika tidak, maka ada indikasi yang jelas.
Pesan untuk korban yang lain,
sabaaaar.. tuhan sudah mengatur semuannya, materi hanya sementara dan akan kembali lebih banyak lagi dengan cara yang indah…
Pesan untuk pelaku,
Terima kasih untuk semua pengalaman ini, semoga kalian juga mendapatkan pengalaman yang bisa merubah pikiran kalian….
Oh ya, salam untuk penjaga neraka, baik-baik ntar di neraka, jangan nakal! hee