Beberapa waktu yang lalu, untuk keperluan yang suaaangat penting dan mendesak demi kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia dan demi kepentingan seluruh umat manusia di muka bumi (hwahaha sekali-sekali berlebihan) aku harus melakukan transfer dari Tabunganku di BNI ke bank lain.
Strategi 1 : Transfer dilakukan dengan internet banking.
Transfer yang dilakukan dapat dilakukan dengan 2 cara : Kliring/LLG dan RTGS. Seperti menemui jalan yang bercabang, 2 cara ini tambah membingungkanku yang tidak paham tentang ilmu2 perduitan. Berdasarkan hasil penerawangan di Mbah Google dan diskusi dengan salah seorang pegawai Bank BNI yang baik hati dan tidak sombong, saya mulai mengerti apa perbedaannya.
- Kliring/LLG. Teknik ini dilakukan dengan cara Kliring (hehehe emang namanya kliring). Kliring ini seperti pembayaran hutang oleh suatu bank ke pihak lain (bank lain). Prosesnya diawali dengan penyetoran uang dari BNI ke Bank BI. Kemudian akan diteruskan ke Bank tujuan. Waktu transfer akan dilakukan maks 3 hari. Ingat transfer dengan teknik ini sebaiknya dilakukan sebelum pukul 15.00 atau jika lebih, transaksi akan dilakukan keesokan harinya. Ada tips yang saya dapatkan dari petugas BNI agar transfer dilakukan cepat, yaitu : pihak BI setiap harinya akan memproses kliring sebelum pukul 9.30. Permintaan transfer yang datang setelah jam itu akan diproses keesokan harinya. Jadi, usahakan melakukan transfer sebelum 9.30 (malam sebelumnya juga boleh). Ada faktor lain yang menyebabkan cepat atau lambatnya proses transaksi selesai dilakukan, yaitu kinerja pihak bank penerima sendiri. Ada beberapa bank yang terkenal karena prosesnya lambat seperti Bank BxI. Biaya administrasi yang dikeluarkan untuk melakukan transaksi ini Rp. 5.000.
- RTGS. Jenis transaksi ini dilakukan secara real time (gak real time bgt sih). Lama proses dilakukan maks 2 jam (katanya). Namun, seperti halnya Kliring, transaksi ini harus dilakukan pada jam kerja (sebelum pukul 15.00). Biaya administrasinya lumayan yaitu Rp. 17.500.
Strategi 2 : Transfer dilakukan dengan ATM.
Cerita dilanjutkan, karena masih kurang puas dengan dua teknik transfer diatas (murah tapi lama, cepat tapi mahal) aku berusaha mencari cara lain yang murah dan cepat. Akhirnya berdasarkan hasil penerawangan mbah google ditemukan solusinya, yaitu melakukan transfer dilakukan dengan melalui ATM. Biayanya hanya Rp. 5.000 dan waktu transfernya cepat (realtime). Jelas aja tanpa pikir panjang aku tancap belalang tempurku ke mesin ATM di daerah terdekat. Sampai di mesin ATM, kumasukkan aja kartu ATM ku ke mesin. Setelah kumasukkan, bukannya transaksi bisa dilanjutkan tapi muncul pesan “Maaf Mesin ATM ini tidak dapat digunakan”. Waduuuuuuh…… kenapa gak bilang dari awal kalo mesin rusak dan kenapa kartuku gak dikembaliin. Errrrrghh…. mau makan apa nih kalo kartu ATMku di sita.hikz sejuta kali. Tanpa pikir panjang aku telp aja Customer Service dengan nomer 68888 melaui HPku.
Dari pembicaraan panjang kita initinya kartuku di Blok dan akan dikirim ke bank tempat pembukaan rekening. Terdengar seperti tidak ada masalah. Tapi menurutku ini masalah besarr… Masalahnya aku bukanya di Bali dan sekarang aku ada di Jogja. Apa gak aneh pulang ke Bali cuman buat ngambil kartu ATM aja? padahal baru kemarennya nyampe Jogja. weleehweleeeh…. kemudia nego2 dengan CS nya n katanya gak bisa kalu dialihkan ke bank daerah jogja aja. Katanya sih prosedurnya seperti itu….katanya kemudia kalau mau bisa buka rekening baru di jogja. Sangaaat MENGECEWAKAN…. Tapi mungkin untuk temen2 yang lain, mungkin CS 68888 sangat mengecewakan tapi jika anda mengalami hal yang sama dengan saya tetap di telp dan minta kartu anda di blok. Hal ini untuk menghindari berbagai teknik penipuan yang sering terjadi saat ini mengenai modus kartu tersangkut di mesin ATM. Dan jangan pernah memberikan informasi mengenai PIN anda kepada siapapun termasuk pihak Bank dan jangan menerima bantuan orang lain di sekitar mesin ATM. Ingat nomernya adalah 68888 biasanya pelaku penipuan menempelkan nomer yang salah di mesin ATM agar anda menelpon salah seorang sindikat dari penipu tersebut.
Cerita dilanjutkan dengan perjuangan yang dilanjutkan keesokan harinya. Aku ke bank BNI di deket kampus. Langsung aja aku jelasin ceritanya… CS nya senyum2 aja… Tidak terlalu menanggapi ke konyolan prosedur yang dijelaskan CS 68888 sebelumnya dia langsung memberikan solusinya. Bahwa petugas akan memeriksa mesin ATM setiap 2 hari. Kemudian jika ada kartu pada mesin akan dibawa ke BNI ATM Center dengan nomer telp 0274-417709 (khusus daerah jogja). Petugas BNI langsung menelpon pihak ATM BNI Center dan ternyata belum ditemukan kartuku. Solusinya adalah 2 hari lagi aku harus menelpon ATM BNI Center pada nomer yang diberikan tersebut.
Dua hari kemudian, aku telp BNI ATM Center dan ternyata kartuku telah dikirim ke Bank BNI cabang kampus UGM tempat aku mengadu 2 hari sebelumnya. Ahhhh….. akhirnya nasib ATMku jelas juga. Dan akhirnya aku menemukan Kartu ATMku di Bank BNI daerah Jogja.
Kesimpulan dari cerita ini :
Jika kartu anda tersangkut pada mesin, maka :
- Blokir kartu anda dengan menelpon CS pada 68888
- Berhati-hati dengan segala teknik penipuan yang bisa terjadi
- Hubungi dengan datang pada bank terdekat
- Hubungi BNI ATM Center
Semoga cerita saya ini bermanfaat bagi anda.
