Lagi iseng mencoba CMS yang namanya drupal. Banyak orang bilang Drupal CMSnya developer. Jadi pengen iseng nyoba aja. Di awal memang rasanya sangat jauh berbeda dengan CMS yang saya kenal sebelumnya seperti Joomla dan WordPress. Ya meskipun banyak yang bilang Joomla dan WordPress tidak dapat dikatakan CMS tapi hanya blog. Tapi kita tidak usah dipusingkan dengan definisi tersebut, dan hanya berfokus pada manfaatnya saja.
Ok, lanjut diawal memang tidak mudah menyesuaikan diri dengan drupal, karena Drupal ternyata benar-benar Content Management System (CMS) yang semuanya harus kita manajemen sendiri, dari instalasi modul, tema, tampilan luar untuk user,dll perbedaannya dengan cms yang lain mungkin sebagian besar modul yang utama sudah terinstall namun tidak pada drupal. Pada tulisan ini saya tidak akan bercerita banyak mengenai arsitektur drupal, namun hanya akan berfokus pada pengalaman saya membuat tulisan di CMS drupal.
Drupal memiliki beberapa modul untuk membuat suatu tulisan. Modul yang paling banyak digunakan adalah wysiwyg dengan editornya FCKEditor. Masing-masing modul di install terpisah. Modul ini yang saya masih gunakan pada saat ini. Namun ada banyak modul lainnya yang dikatakan lebih cepat yaitu Wizzywig. Kemudian, untuk mengupload image/gambar dan menambahkannya pada tulisan, saya menggunakan module yang berbeda lagi yaitu imagepicker. Masuk pada masalah utama. Dengan imagepicker saya dengan mudah melakukan upload image dan kemudian menyisipkannya ditulisan saya. Seperti halnya pada langkah-langkah menulis pada wordpress, image pun berhasil tampil pada editor. Namun, ketika saya melakukan preview atau melihat hasil tulisannya image hilang entah kemana alias tidak tampil. Saya meyakinkan lagi dan kembali ke menu edit ternyata gambarnya masih tetap ada disana. Masalah yang kedua adalah, editor saya tidak mengenal perintah-perintah html seperti untuk melakukan format font (heading). Pada ediornya sih baik-aik aja sama seperti kasus gambar, namun hasil akhirnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini tentu saja berbeda jauh dari nama module untuk melakukan editing tulisan yaitu what you see is what you get (wysiwyg). Sekian lama berselancar di mbah google namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan (maksudnya saya yang tidak bisa memahami diskusi2 mereka) heee.
Setelah bertapa dan berpuasa 7 hari 7 malam akhirnya dapat wahyu tentang solusinya… heheee Ternyata permasalahan ada pada sistem input drupal itu sendiri. Padahal diawal saya menyalahkan editor nya, sehingga saya mengganti module editor beberapa kali. Heee lumayan jadi bisa mengenal dan mencicipi beberapa module editor. Kembali ke masalah, drupal mengenal dua jenis input yaitu filtered HTML dan full HTML. Nah, default pada drupal adalah filtered HTML. Pada filter HTML drupal akan menyaring tag-tag html atau kode lainnya dan tidak akan menerimanya. Maslaahnya, yang disaring tidak hanya tag yang berbahaya heading dan gambarpun ikut disaringnya. Sebenarnya kita bisa merubah pada file konfigurasinya tapi tak kira cukup merepotkan. Jadi yang bisa saya lakukan adalah masuk ke http://namaweb/admin/settings/filters , kemdian konfigurasi tipe yang anda gunakan, dan pastikan HTML corrector dan HTML filter tidak anda cek setalah itu ingat simpan perubahan anda.
Sampai saat ini masalah sebenarnya sudah dapat terselesaikan, namun untuk memastikan tipe input yang anda gunakan adalah tepat seperti apa yang anda edit tadi. Ketika melakukan penambahan tulisan dibawah tempat menulis ada input format, pastikan yang terpilih adalah tipe yang anda edit tadi. Selesai

saya juga mengalaminya di wordpresss,, ada yang bisa bantu…