Lama sudah tidak menulis di blog, ternyata tulisan pertama harus berisi komentar buruknya operator seluler di Indonesia. Saya tidak habis pikir kenapa ya tidak ada peningkatan kinerja dari operator-operator seluler di Indonesia. Permasalahan “perampokan pulsa” semakin membuat penilaian saya terhadap operator semakin menurun, apalagi setelah menonton acara Jakarta Lawyer Club TvOne, dimana salah satu pimpinan operator seluluer mengatakan fenomena itu sebagai “industri kreatif”. “Perampokan” kok dibilang industri kreatif.
Langsung aja ke masalah, saya menggunakan operator seluler sbut saja namanya *Xis. Promosi-promosi yang ditawarkan melalui media televisi, dll memang sudah tidak bisa dikatakan murahan lagi, meskipun harga yang ditawarkan memang murah. Namun, bagaimana dengan kualitasnya? Memang tidak salah orang bilang, “harga menentukan kualitas”. Sudah 1 bulan ini saya tidak bisa melakukan layanan melalui SMS. dan hampir setiap 3 hari saya tak bosan2nya menelpon customer service berharap ada perbaikan dari operator tersebut. Namun alhasil tak ada perubahan sedikitpun, dan tak bosan-bosannya mereka mengatakan “Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Bapak, laporan anda sudah kami catat dan akan segera kami proses”. Kesabaran pun ada batasnya, sampai tadi saya menghubungi CS lagi. Sebut saja operator CS nya bernama “Aing”. Saya bertanya, mbak knapa sih saya tidak bisa melakukan layanan SMS, apa layanan SMS dari operator *Xis sudah tidak ada lagi?”. Dan dengan jujur dia menjawabnya, “Mohon maaf memang untuk beberapa waktu, jaringan kami padat”. Saya menghargai kejujuran dari operator ini, dibandingkan dengan operator lainnya yang selalu menjawabnya dengan menggantung. Tapi, masalahnya hampir 24 jam itu, tidak bisa dikatakan beberapa jam lagi. Itu sudah hampir sehari penuh tidak ada layanan. Dan yang sangat mengecewakan, operator tersebut tidak bisa memberikan solusi dari permasalahan saya. Artinya, tidak ada yang mereka bisa lakukan dan yang saya lakukan, selain saya ganti operator. Memang satu-satunya solusi adalah ganti operator, tapi tentu akan sangat merepotkan bagi saya untuk menginformasikan rekan-rekan saya lagi dan lagi saya ganti operator gara2 kualitas mereka BURUK. Dan, apa yang menjamin kualitas operator lainnya lebih baik??? Bukanlah perkara yang mudah di Indonesia untuk memilih operator seluler yang baik untuk pemakaian jangka waktu lama. Mana diantara operator berikut ini yang labih baik menurut anda,Telkomsel, axis, XL, atau Indosat? Mungkin pertanyaan itu akan susah dijawab, tapi bagaimana jika pertanyaannya menjadi, mana yang paling buruk? Silahkan anda jawab sendiri.
Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan seseorang, salah satu operator atau semua operator seluler di Indonesia. Karena memang sebenarnya sudah cukup jatuh
. Saya berharap suatu saat nanti, meskipun hanya bisa dirasakan cucu atau cicit saya, operator di Indoensia bisa lebih profesional. Kalau gak siap dengan resource, jgnlah memberikan fasilitas yang berlebih2an yang ujung-ujungnya hanya menjebak calon konsumen karena layanan itu toh tidak bisa digunakan. Semoga ada hikmah untuk semua ini.

selamat malam Bpk2 yg mengikuti lowyer club. klu saya melihat debat pada malam ini masalah penjahat pulsa,itu para pengusaha seluler sebenarnya sudah wajib di tindak secara hukum krn sudah banyak melakukan perbuatan melawan hukum dan sudah banyak merampok uang rakyat. tp nampak nya pimpinan selalu menyalahkan operator, sedangkan operator itu kan bekerja sama perusahaan berarti apapun namanya para pemimpin hrs bertanggung jawab, dakam hal ini seandainya pemerintah dan pihak berwajib tidak menindak lanjuti ini kami rakyat akan bertindak sendidri.wassalam
haloo pak karni dan pak menteri kenapa hal ini sekarang baru di ributkan. pencurian/ merampok uang rakyat ini kan bukan baru- baru ini. pak menteri mustahil tak mengetahui, coba bapak tanya pak menteri berani dia sumpah pocong atau pulang dari acara ini di taprak mobil!!!!! ini cuma pengalihan isu pemerintah saja dan kami menilai ini hanya sandiwara.
mohon izin kami berbicara pak, sebanar nya kami tak percaya lagi yg namanya pejabat2 yg ada di jakarta tsb. krn hanya mampu mengeruk uang org2 daerah, klu seandai nya jika bisa kami memilih kami masing2 pronpinsi utk merdeka!!!!! kami akan pilih itu!!!!!!! tp krn negara kita NKRI apa boleh buat dgn berat hati kami ikut juga.tolong bpk2 pertimbangkan itu kami sudah muuak dgn org2 yg selalu merugikan rakyat!!!!!! Merdeka utk RIAU……..!!!!!
iya kita lihat saja nanti penyelesaian kasusnya, semoga tidak seperti kasus2 lainnya, hangat sesaat, setelah itu terlupakan.
Peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk kontrol Pemerintah. Sebenarnya sih saya gak terlalu setuju dengan kata “pengalihan isu”, mengingat kata-kata itu dibuat oleh para politisi juga. Memang kenyataannya masalah muncul bgitu banyak, dan bukan sengaja di buat2.
Bukan Indonesia yang bermasalah, tapi oknum2nya yang tidak baik atau belum dapat dipercaya. Mari kita berpikir dengan pikiran jernih, dan berdoa smoga Indonesia dapat kembali bangkit.